You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Benda tegar adalah benda yang dianggap sesuai dengan dimensi ukuran sesungguhnya di mana jarak antar partikel penyusunnya tetap. Ketika benda tegar mendapatkan gaya luar yang tidak tepat pada pusat massa, maka selain dimungkinkan gerak translasi benda juga bergerak rotasi terhadap sumbu rotasinya. Coba Anda amati pergerakan mainan di salah satu taman hiburan seperti gambar di atas. Para penumpang bisa menikmati putaran yang dilakukan oleh motorpenggerak yang terletak di tengah. Karena gerak rotasinya maka para penumpang mempunyai energi kinetik rotasi di samping momentum sudut. Di samping itu pula besaran fisis yang lain juga terkait seperti momen inersia, kecepatan dan percepatan sudut, putaran, serta torsi.
Cek Kemampuan Prasyarat
Sebelum Anda mempelajari Sub-bab ini, kerjakan terlebihdahulu soal-soal berikut ini di buku latihan Anda. Jika Andadapat mengerjakan dengan benar, maka akan memudahkanAnda dalam mempelajari materi di Sub-bab berikutnya.1. Apa yang dimaksud dengan diagram gaya untuk benda bebas?2. Tuliskannlah bunyi hukum kekekalan energi mekanik.3. Gambarkanlah diagram gaya untuk benda bebas yang terdirikatrol dan balok berikut:
Dinamika Rotasi
Seperti yang telah Anda pelajari tentang materi dinamikapartikel, di mana suatu benda sebagai obyek pembahasan dianggapsebagai suatu titik materi mengalami gerak translasi (dapat bergeraklurus atau melengkung) jika resultan gaya eksternal yang bekerja padabenda tersebut tidak nol Untuk menyelesaikan masalahdinamika partikel, Anda harus menguasai menggambar diagram gayauntuk benda bebas dan kemudian menggunakan Hukum II Newton
Dalam Sub-bab ini Anda akan mempelajari materi dinamikarotasi benda tegar. Benda tegar adalah suatu benda dimana partikelpartikelpenyusunnya berjarak tetap antara partikel satu dengan yanglainnya. Benda tegar sebagai objek pembahasan, ukurannya tidakdiabaikan (tidak dianggap sebagai satu titik pusat materi), di manaresultan gaya eksternal dapat menyebabkan benda bergerak translasidan juga rotasi (berputar terhadap suatu poros tertentu). torsi, yaitu tingkat kecenderungan sebuahgaya untuk memutar suatu benda tegar terhadap suatu titik poros.
3.3. Torsi dan Momen Inersia
Bila Anda ingin memutar permainan gasing, Anda harusmemuntirnya terlebih dahulu. Pada kasus itu yang menyebabkan gasingberotasi adalah torsi. Untuk memahami torsi dalam gerak rotasi, Andatinjau gambar batang langsing yang diberi poros di salah satu ujungnya(titik O) dan diberikan gaya F yang membentuk sudut terhadapHorizontal. Gaya F mempunyai komponen ke arah horizontal, F cos dan arahvertikal F sin sedangkan jarak tegak lurus antara garis kerja sebuahgaya dengan sumbu rotasi disebut lengan, r. Dari kedua komponengaya tersebut yang dapat menyebabkan batang langsing berotasiterhadap titik poros rotasi adalah komponen gaya F sin , karenakomponen gaya ini yang menimbulkan torsi pada batang sehinggabatang langsing dapat berputar berlawanan dengan arah putaran jarumjam sedangkan komponen gaya F cos tidak menyebabkan torsi padabatang langsing.Dari hukum ke dua Newton untuk massa yang konstan dapat ditulis:F m a 3.3. Pemecahan Masalah Dinamika RotasiUntuk memecahkan persoalan dinamika rotasi, apabila didalamnya terdapat bagian sistem yang bergerak translasi makapemecahannya dapat dilakukan dengan mengambil langkah-langkahsebagai berikut:1. Identifikasi benda bagian dari sistem sebagai obyekpembahasan dan kelompokkan mana yang bergerak translasidan yang rotasi.2. Tentukan sumbu koordinat yang memudahkan untukpenyelesaian berikutnya.3. Gambar diagram gaya benda bebas untuk masing-masingbenda.4. Gunakan persamaan 5. Padukan dua persamaan pada langkah 4 untuk penyelesaianakhir.
3.4. Pemecahan Masalah Dinamika Rotasi dengan HukumKekekalan Energi Mekanik
Anda telah mencoba mengimplementasikan pemecahanmasalah dinamika rotasi dengan menggunakan hukum II NewtonF ma Perlu Anda ingat pula bahwa masalahdinamika translasi dapat juga diselesaikan secara mudah dan cepatdengan hukum kekekalan energi mekanik, demikian juga secara analogimasalah dinamika rotasi dapat juga diselesaikan dengan menggunakanhukum kekekalan energi mekanik. Pada bagian ini kita akanmempelajari cara pemecahan masalah dinamika rotasi berupa gerakmenggelinding dengan menggunakan hukum kekekalan energimekanik.
. Kesetimbangan Benda
Dalam subbab ini Anda akan dipelajari kesetimbangan bendategar. Kesetimbangan ada dua yaitu kesetimbangan statis (benda dalamkeadaan tetap diam) dan kesetimbangan kinetis (benda dalam keadaanbergerak lurus beraturan). Benda dalam keadaan kesetimbangan apabilapadanya berlaku F 0(tidak bergerak translasi) dan 0 (tidakberotasi). Berikutnya dalam subbab ini apabila tidak dinyatakan, yangdimaksud kesetimbangan adalah kestimbangan statis (benda tetap diam)dan supaya mempermudah dalam menyelesaikan masalahkestimbangan, Anda harus menguasai menggambar diagram gayabenda bebas dan menghitung torsi terhadap suatu poros oleh setiapgaya dari diagram gaya benda bebas tersebut.A. Kesetimbangan Statis Sistem PartikelDalam system yang tersusun dari partikel, benda dianggapsebagai satu titik materi. Semua gaya eksternal yang bekerja padasystem tersebut dianggap bekerja pada titik materi tersebut sehinggagaya tersebut hanya menyebabkan gerak translasi dan tidakmenyebabkan gerak rotasi. Oleh karena itu kesetimbangan yang berlakupada sistem partikel hanyalah kesetimbangan translasi.Syarat kesetimbangan partikel adalah:F 0yang meliputi 0 x F dan 0 y F (3.11)dengan : x F resultan gaya pada komponen sumbu xy F : resultan gaya pada komponen sumbu y.Untuk memahami masalah kesetimbangan sistem partikel, silahkanpelajari studi kasus kesetimbangan berikut:Benda dengan berat 400 N digantung pada keadaan diam oleh tali-taliseperti pada Gambar 3.5. Tentukan besar tegangan-tegangan padakedua tali penahannya.Gambar 3.5. Sistem kesetimbangan partikel.Penyelesaian:Dari gambar (c ), diperoleh komponen tegangan tali sebagai berikut:T1x = T1 cos 37o = 0,8T1 T2x= T2 cos 53o = 0,6T2T1y = T1 sin 37o = 0,6T1 T2y = T2 sin 53o = 0,8T2Berikutnya kita menggunakan persamaan kesetimbangan statis partikeldan perhatikan tanda positif untuk arah ke kanan atau atas dan negatifuntuk arah ke kiri atau bawah. 0 x F 0 y FT2x – T1x = 0 T1y + T2y – W = 00,6T2 = 0,8T1 (1) 0,6T1 + 0,8T2 – 400 = 0 (2)Dengan mensubstitusi nilai T2 dari persamaan (1) ke persamaan (2) kitadapat nilai tegangan tali T2 = 320 N dan dengan mensubstitusi kepersamaan (1) diperoleh nilai tegangan tali T1 = 240 N.105B. Kesetimbangan Benda TegarSuatu benda tegar yang terletak pada bidang datar (bidang XY) beradadalam keadaan kesetimbangan statis bila memenuhi syarat:1. Resultan gaya harus nolF = 0 yang mencakup Fx = 0 dan Fy = 02. Resultan torsi harus nol = 0Untuk memahami masalah kesetimbangan benda tegar, tinjaupemecahan studi kasus berikut ini:Contoh soal 3.7Sebuah batang homogen dipasang melalui engsel pada dinding. Padajarak d = 2 m diatas engsel diikatkan kawat yang ujung lainnyadihubungkan dengan ujung batang. Batang membentuk sudut 300terhadap horisontal, dan pada ujung batang digantungkan beban beratW2 = 40 N melalui sebuah tali. Jika berat batang adalah W1 = 60 N danpanjang batang adalah 1 = 3 m, tentukan gaya tegangan dalam kawatdan gaya yang dilakukan engsel pada batang!Penyelesaian:Penguraian gaya yang bekerja pada sistem ditunjukkan pada Gambar.Dari syarat seimbang F 0 , bila dinyatakan dalam komponenvertikal dan horisontalnya berturut-turut diperoleh 0 v F : Fv + Tv – W – w = 0, atauTv+ Fv = W + w = 100 N (a) 0 h F : Fh – Th = 0, atau Fh = Th (b)sedangkan dari syarat 0, bila momen gaya dihitung terhadaptitip P, hasilnya adalahFv(1 cos 300) – Fh (1 sin 300) – W 021cos300DiperolehFv = 0.577 Fh + 30 N (c)
Titik Berat
Definisi dan Cara Menentukan Titik Berat
Titik berat dari suatu benda tegar adalah titik tunggal yangdilewati oleh resultan dari semua gaya berat dari partikel penyusunbenda tegar tersebut. Titik berat disebut juga dengan pusat gravitasi.Letak titik berat dari suatu benda secara kuantitatif dapatditentukan dengan perhitungan sebagai berikut. Tinjau benda tegar takberaturan terletak pada bidang XY seperti Gambar 3.5. Benda tersusunoleh sejumlah besar partikel dengan berat masing-masing w1, w2, w3,berada pada koordinat (x1,y1), (x2,y2), (x3,y3). Tiap partikelmenyumbang torsi terhadap titik O sebagai poros yaitu w1x1, w2x2,w3x3. Torsi dari berat total benda W dengan absis XG adalah WXG, dimana torsi ini sama dengan jumlah torsi dari masing-masing partikelpenyusun benda tegarKeidentikan Titik Berat dan Pusat MassaGaya berat suatu benda tegar merupakan hasil kali antara massa bendadengan percepatan gravitasi (w = mg). Untuk itu apabila gaya beratbenda w = mg disubstitusikan ke persamaan 3.12 dan 3.13 akandiperoleh titik pusat massa (XG,YG) yang identik dengan titik berat.Kegiatan 4. Menentukan titik pusat massa1. Ambil sebuah lembar kertas karton dengan ukuran 30 cm x 40cm,2. Timbang dan catat massa kertas karton tersebut,3. Buat perpotongan garis diagonal,4. Buat garis yang membagi kertas karton menjadi empat bagianyang sama,5. Tempatkan acuan titik pusat (0,0) di titik perpotongan diagonal,6. Secara teoritis tentukan titik pusat massa kertas karton denganmenggunakan empat luasan bagian kertas yang Anda buat,7. Buktikan bahwa titik pusat massa kertas karton berada di titikperpotongan garis diagonal dengan cara ambil sebuah benangyang diikatkan pada sebarang titik pada kertas karton danposisikan kertas menggantung dan setimbang,8. Amati bahwa posisi benang akan segaris / melewati titik pusatmassa yang berada di perpotongan diagonal.Tiga massa M1= 5 kg (4,4); M2 = 10 kg (10,4) dan M3 = 5 kg (6,0)membentuk sistem partikel benda tegar yang dihubungkanpenghubung kaku seperti gambar. Tentukan titik berat dari sistempartikel tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar